Jumat, 11 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

CBG Limbah Sawit PalmCo Diserap Pertagas, Investasi USD 45 Juta Perkuat Energi Terbarukan

✍️ Admin 🕒 10 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
PTPN IV PalmCo bersama reNIKOLA dan Pertagas Niaga mengembangkan pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi compressed biomethane gas (CBG) untuk mendukung transisi energi dan ekonomi sirkular Indonesia.
PTPN IV PalmCo bersama reNIKOLA dan Pertagas Niaga mengembangkan pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi compressed biomethane gas (CBG) untuk mendukung transisi energi dan ekonomi sirkular Indonesia. Foto: Redaksi AksaraKota

JAKARTA — Pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai sumber energi terbarukan terus dikembangkan dalam rangka mendukung dekarbonisasi dan transisi energi sektor industri perkebunan nasional.

Langkah tersebut ditandai dengan kesepakatan pemanfaatan compressed biomethane gas (CBG) berskala klaster yang melibatkan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo, PT reNIKOLA Primer Energi (PT RPE), dan PT Pertagas Niaga (PTGN).

PT RPE, afiliasi pengembang energi terbarukan reNIKOLA Holdings Sdn Bhd, telah menandatangani perjanjian penjualan CBG jangka panjang dengan PTGN, anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas).

Perjanjian tersebut menjadi landasan komersial bagi penyerapan CBG yang diproduksi dengan memanfaatkan limbah dari delapan pabrik kelapa sawit milik PTPN IV PalmCo.

Pengembangan delapan klaster fasilitas CBG tersebut diestimasi membutuhkan investasi sebesar USD 45 juta. Setelah konstruksi selesai dan seluruh fasilitas beroperasi penuh, proyek ini diproyeksikan mampu memasok energi terbarukan lebih dari 830.000 MMBtu per tahun.

PalmCo Dorong Ekonomi Sirkular

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari implementasi ekonomi sirkular perusahaan.

Menurutnya, pemanfaatan limbah kelapa sawit tidak hanya ditujukan untuk menjawab tantangan lingkungan di wilayah operasional, tetapi juga menciptakan nilai tambah secara ekonomi.

“Kolaborasi ini mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan keberlanjutan operasional sekaligus menciptakan nilai tambah dari sumber daya yang ada. Dengan mengubah emisi metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit menjadi energi terbarukan, kami menunjukkan bagaimana industri kelapa sawit dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan rendah karbon di Indonesia,” ujar Jatmiko.

Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menambahkan bahwa pengembangan delapan pabrik tersebut merupakan salah satu tahapan realisasi roadmap dekarbonisasi perusahaan.

“Integrasi pengolahan limbah sawit ini sejalan dengan target nasional dalam mencapai Net Zero Emission. Kerja sama antara penyuplai bahan baku, pengembang teknologi dari reNIKOLA, serta offtaker dari Pertagas Niaga membuktikan bahwa transisi energi di sektor sawit dapat dieksekusi secara terukur dan berkelanjutan secara bisnis,” tuturnya.

CBG Disalurkan melalui Jaringan Gas

Dari sisi tata niaga dan distribusi, PTGN akan bertindak sebagai offtaker atau penyerap CBG yang diproduksi PT RPE dengan masa kontrak selama 15 tahun.

Gas substitusi tersebut nantinya akan disalurkan kepada konsumen industri melalui jaringan distribusi gas bumi yang telah beroperasi.

Untuk mendukung distribusi dalam skala besar, Pertagas merencanakan pengembangan stasiun injeksi biometana di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk menghubungkan pasokan CBG dari pabrik kelapa sawit dan menginjeksikannya langsung ke jaringan distribusi gas nasional.

Chief Operating Officer reNIKOLA, Dr. Amran Yusof atau Bob, menilai skema kerja sama hulu-hilir tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam pengembangan pasar gas terbarukan di Indonesia.

“Perjanjian ini merupakan tonggak penting dalam upaya kami untuk menggali potensi nilai biometana di Indonesia. Dengan mempertemukan pemasok bahan baku, penyedia infrastruktur gas, dan permintaan pasar jangka panjang, kami membangun ekosistem biometana yang dapat dikembangkan secara luas, yang menunjukkan bagaimana limbah pertanian dapat diubah menjadi sumber energi terbarukan yang andal,” papar Amran.

Sementara itu, Direktur Utama PTGN, Toto Yulianto, menyoroti pentingnya diversifikasi sumber energi bagi sektor manufaktur dan industri berat yang tengah didorong untuk beralih ke energi ramah lingkungan.

“Gas terbarukan memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi Indonesia, khususnya bagi konsumen industri yang membutuhkan solusi energi rendah karbon. Melalui kolaborasi ini, kami menciptakan jalur bagi biometana untuk diintegrasikan ke dalam jaringan gas yang ada, memperluas akses terhadap energi yang lebih bersih sekaligus memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia,” ungkap Toto.

Tekan Emisi dan Buka Lapangan Kerja Hijau

Secara teknis, fasilitas CBG bekerja dengan menangkap gas metana yang dihasilkan dari proses pembusukan Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair pabrik kelapa sawit.

Dengan mencegah gas metana terlepas ke atmosfer, operasional proyek tersebut diestimasikan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 320.000 ton setara CO₂ setiap tahun.

Berdasarkan rasio emisi yang digunakan dalam perhitungan proyek, angka tersebut disebut ekuivalen dengan menghindari pembakaran sekitar 161 juta kilogram batu bara per tahun.

Selain target pengurangan emisi, proyek yang membutuhkan investasi besar tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap perekonomian regional.

Proses konstruksi dan operasional delapan fasilitas CBG diproyeksikan dapat membuka ribuan lapangan kerja berbasis lingkungan atau green jobs di Indonesia sekaligus mendorong pemberdayaan rantai pasok lokal di sekitar wilayah operasional perkebunan.

Pengembangan CBG dari limbah kelapa sawit tersebut sekaligus memperlihatkan potensi integrasi antara sektor perkebunan, teknologi energi terbarukan, dan infrastruktur gas dalam mendukung agenda transisi energi serta pembangunan rendah karbon di Indonesia.(Red.)*

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update