Minggu, 13 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Kemitraan Sawit Rakyat Jadi Penopang B50, PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan di Dua Provinsi

✍️ Admin 🕒 13 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Direktur utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa: PTPN IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan pekebun melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pendampingan budidaya, dan penyerapan hasil panen untuk mendukung keberlanjutan industri sawit.
Direktur utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa: PTPN IV PalmCo memperkuat kemitraan dengan pekebun melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pendampingan budidaya, dan penyerapan hasil panen untuk mendukung keberlanjutan industri sawit.

JAKARTA — Peremajaan kebun dan peningkatan produktivitas sawit rakyat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pasokan bahan baku industri sawit di tengah rencana peningkatan pemanfaatan biodiesel nasional. Upaya tersebut juga mendorong perusahaan perkebunan memperkuat pola kemitraan dengan pekebun.

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, subholding perkebunan PTPN III (Persero), menjadi salah satu perusahaan yang mengembangkan pola kemitraan tersebut melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan pendampingan pekebun.

Kinerja kemitraan itu mendapat apresiasi di dua daerah pada akhir Agustus 2026. PTPN IV Regional III di Riau meraih penghargaan Sustainable Partnership for Smallholder Empowerment dalam Tribun Pekanbaru Awards 2026. Adapun PTPN IV Regional V di Kalimantan Barat memperoleh penghargaan sebagai Pelopor Akselerasi Program Peremajaan Sawit Rakyat pada Tribun Pontianak Award 2026.

Penghargaan tersebut diberikan di tengah upaya pemerintah mendorong pengembangan biodiesel, termasuk inisiatif B50, yang meningkatkan kebutuhan bahan baku minyak sawit dalam negeri.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, peningkatan kebutuhan sawit untuk energi perlu diikuti dengan peningkatan produktivitas kebun rakyat. Dengan demikian, tambahan kebutuhan bahan baku biodiesel tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan untuk kebutuhan pangan dan industri lainnya.

Menurut dia, penerapan campuran biodiesel sebesar 50 persen diproyeksikan meningkatkan penyerapan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) domestik di sektor energi sekitar 1 juta-2 juta ton per tahun.

"Petani sawit adalah pilar utama industri ini. Sekitar 30 persen pasokan bahan baku pengolahan industri di PalmCo berasal langsung dari hasil kebun petani rakyat," kata Jatmiko di Jakarta.

Ia mengatakan, peningkatan produktivitas kebun rakyat menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan energi sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku bagi kebutuhan pangan. Pendekatan itu juga dinilai dapat mengurangi tekanan untuk membuka lahan baru.

Peremajaan dan peningkatan produktivitas

Dalam program kemitraannya, PalmCo menerapkan sejumlah skema pendampingan kepada pekebun. Program tersebut mencakup pengelolaan kebun bersama atau single management, penyediaan bibit unggul bersertifikat, kemitraan pembelian hasil panen, serta penguatan kelembagaan koperasi tani.

“Melalui pola tersebut, pekebun didorong memperbaiki praktik budidaya dan pengelolaan kebun,” ungkap Jatmiko.

Upaya itu ditunjukkan Perusahaan melalui pendampingan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bagi petani mitra.

Pendampingan tidak berhenti pada tahap budidaya. Dalam skema kemitraan, perusahaan juga berperan sebagai pembeli siaga atau offtaker hasil panen petani. Serapan tandan buah segar (TBS) dilakukan dengan mengacu pada mekanisme dan harga yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku.(Red.)*

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update