Kamis, 27 Agt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Budaya Jadi Pendekatan Edukasi Hukum, MASDA Jabar Temui Wakajagung

✍️ Admin 🕒 27 Aug 2026 👁️ 8x dibaca
Jajaran Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat menyerahkan Piagam Kehormatan Adilluhung Ki Sunda Utama kepada Wakil Kepala Kejaksaan Agung Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.H., dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Jajaran Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat menyerahkan Piagam Kehormatan Adilluhung Ki Sunda Utama kepada Wakil Kepala Kejaksaan Agung Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.H., dalam pertemuan di Jakarta, Rabu (26/8/2026). Foto: (Foto Istimewa)

MASDA Jawa Barat mendorong kolaborasi dengan Kejaksaan Agung dalam memperkuat edukasi dan kesadaran hukum masyarakat melalui pendekatan budaya serta kearifan lokal. Dalam pertemuan tersebut, MASDA juga memberikan Piagam Kehormatan Adilluhung Ki Sunda Utama kepada Wakil Kepala Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.H., sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya di bidang hukum, sosial kemasyarakatan, dan budaya.

JAKARTA — Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat mendorong kolaborasi dengan Kejaksaan Agung dalam memperkuat edukasi dan sosialisasi hukum kepada masyarakat melalui pendekatan budaya dan kearifan lokal. Gagasan tersebut disampaikan jajaran pengurus MASDA Jawa Barat saat bertemu Wakil Kepala Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.H., di Gedung Bundar, Blok M, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan membahas peluang pemanfaatan pendekatan budaya dalam kegiatan preventif dan preemtif di bidang hukum. Ketua Umum MASDA Jawa Barat, Anton Charliyan, mengatakan pendekatan budaya dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran hukum masyarakat tanpa mengedepankan pendekatan represif. Menurut Anton, sosialisasi hukum yang dikemas melalui nilai budaya dan kearifan lokal dapat membantu masyarakat memahami pesan hukum sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga ketertiban sosial. Dalam pertemuan tersebut, pihak Kejaksaan menyambut positif gagasan penggunaan pendekatan budaya dalam kegiatan preventif dan preemtif, termasuk melalui program sosialisasi hukum kepada masyarakat. Apresiasi Putra Daerah Selain membahas peluang kerja sama di bidang edukasi hukum, MASDA Jawa Barat turut menyampaikan apresiasi terhadap putra-putra daerah asal Jawa Barat yang mendapat kepercayaan menduduki posisi strategis di tingkat pemerintahan pusat. Anton mengatakan Jawa Barat memiliki jumlah penduduk yang besar sehingga kiprah putra daerah di tingkat nasional dinilai menjadi hal yang patut diapresiasi. “Kami bangga dengan adanya salah satu putra terbaik Sunda bisa menjadi pejabat tinggi di pemerintah pusat. Mudah-mudahan ke depan lahir lagi putra-putra terbaik lainnya dari Tatar Pasundan yang mendapat amanah di pemerintahan pusat,” kata Anton. Dalam kesempatan tersebut, MASDA Jawa Barat juga memberikan Piagam Kehormatan Adilluhung Ki Sunda Utama di bidang hukum, sosial kemasyarakatan, dan budaya kepada Wakil Kepala Kejaksaan Agung, Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, S.H., M.H. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi MASDA Jawa Barat terhadap kiprah dan kontribusi penerima dalam bidang hukum, sosial kemasyarakatan, dan budaya. Anton berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah. Dorong Kerja Sama Konkret MASDA Jawa Barat berharap komunikasi yang telah terbangun dengan Kejaksaan Agung dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih konkret, khususnya dalam kegiatan di wilayah Jawa Barat. Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada edukasi hukum, sosialisasi kesadaran hukum, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap hukum. MASDA menilai pendekatan edukatif penting karena upaya membangun kesadaran hukum tidak hanya dilakukan setelah terjadi pelanggaran, tetapi juga melalui pencegahan dan pemberdayaan masyarakat. Sejumlah pengurus MASDA Jawa Barat turut hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya Ketua Umum MASDA Jawa Barat Anton Charliyan, Ketua I Ully Sigar Rusady, Dewan Kehormatan H. Mulyadi, serta bagian hukum dan mediasi Anita Fitria, S.H., M.H. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih intensif antara organisasi masyarakat berbasis budaya Sunda dengan institusi penegak hukum. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya membangun kesadaran hukum masyarakat melalui pendekatan yang edukatif, humanis, dan berlandaskan kearifan lokal.(red)

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update