Jumat, 02 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Kemendag Gandeng PTPN IV PalmCo dan 18 Mitra Maksimalkan Penetrasi Pasar Ekspor via InaExport

✍️ Admin 🕒 26 Sep 2026 👁️ 3x dibaca
Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) melakukan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama dengan 19 mitra dagang yang terdiri dari instansi pemerintah, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) melakukan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama dengan 19 mitra dagang yang terdiri dari instansi pemerintah, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

JAKARTA, -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI melakukan penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama dengan 19 mitra dagang yang terdiri dari instansi pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan asosiasi industri, termasuk PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo). Penandatanganan ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan soft launching platform digital InaExport di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pasar ekspor bagi produk-produk dalam negeri, dari skala UMKM hingga industri perkebunan berskala besar. Platform InaExport, yang sebelumnya lebih banyak berfungsi sebagai portal informasi satu arah, kini dikembangkan menjadi ekosistem layanan ekspor terintegrasi dan fasilitator transaksi Business-to-Business (B2B).

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa para pelaku usaha di Indonesia memiliki produk yang berkualitas, namun kerap terkendala dalam menemukan akses pasar yang tepat di tingkat global. Melalui wajah baru InaExport, pemerintah mencoba mengimplementasikan konsep discovery commerce.

"Kita mempunyai banyak produk yang bagus, tetapi kita perlu etalase untuk mempromosikannya. Melalui InaExport, kita menerapkan konsep *discovery commerce*, yaitu bagaimana produk-produk lokal kitalah yang secara aktif mencari pelanggan melalui algoritma digital. Kerja sama dengan para mitra hari ini adalah wujud kita jalan bareng, memastikan produk lokal bisa diserap maksimal baik di dalam negeri maupun diekspor ke mancanegara," kata Budi.

Khusus untuk kerja sama dengan PTPN IV PalmCo, kesepakatan tersebut dituangkan dalam dokumen mengenai Sinergi Pengembangan Ekspor Produk Perkebunan, yang ditandatangani langsung dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kemendag.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan serta perluasan pasar ekspor untuk produk perkebunan utama, yakni meliputi komoditas kelapa sawit, teh, kopi, karet, dan gambir. Selain itu, kedua belah pihak juga sepakat untuk melaksanakan program promosi dagang secara bersama. PTPN IV sendiri tercatat sebagai entitas bertahan (surviving entity) hasil penggabungan sejumlah anak usaha di lingkungan PTPN Group.

Merespons penandatanganan ini, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa perusahaan akan memanfaatkan fasilitas kolaborasi lintas sektoral ini untuk mendorong volume ekspor komoditas nasional.

"Sebagai perusahaan yang fokus pada pengelolaan komoditas perkebunan, kepastian dan perluasan jaringan pasar internasional adalah sebuah keharusan. Kesepakatan bersama Ditjen PEN Kemendag ini memberikan kami akses terintegrasi ke ekosistem InaExport. Kami berharap komoditas andalan seperti kelapa sawit, teh, maupun kopi bisa terhubung dengan buyer internasional yang terverifikasi secara lebih efisien. Fokus kami ke depan adalah mengoptimalkan ruang lingkup promosi dagang bersama yang tertuang dalam kesepakatan agar realisasi ekspor perusahaan dapat tumbuh secara terukur," jelas Jatmiko.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, merinci bahwa InaExport kini telah dilengkapi dengan lima layanan utama. Kelima layanan tersebut meliputi asesmen Cek Ekspor, sandbox dan chatbot simulasi biaya (kalkulator ekspor), layanan inquiry untuk menjodohkan permintaan buyer dengan eksportir, dashboard intelijen pasar, serta integrasi layanan pendukung seperti logistik dan pembiayaan.

Fajarini mencatat adanya peningkatan tren penggunaan sejak platform ini mulai bertransformasi dalam beberapa bulan terakhir.

"Hingga September 2026 ini, pengakses InaExport meningkat hampir 500 persen dari tahun sebelumnya, yakni mencapai 866.000 pengakses dengan 15.000 anggota yang sudah terverifikasi. Penandatanganan hari ini dengan 19 mitra bertujuan agar data informasi, program pembinaan, serta fasilitas promosi dari berbagai institusi dapat terhubung dalam satu pintu. Kami menargetkan platform digital ini akan go live secara penuh pada 5 Oktober mendatang," terang Fajarini.

Kolaborasi antara Kemendag dan instansi seperti PTPN IV PalmCo ini diharapkan dapat menyelesaikan tantangan klasik eksportir Indonesia mulai dari keterbatasan pemetaan pasar, hambatan regulasi, hingga persoalan akses langsung kepada pembeli di luar negeri.(Red.)*

A
AdminPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update